Pernahkah Anda mengalami ini? Ketika
bepergian anak seringkali merengek minta dibelikan mainan. Namun belum cukup
tiga hari anak sudah merengek lagi minta dibelikan mainan baru yang serupa.
Perihal, mainan yang baru dibelikan tiga hari sebelumnya sudah rusak atau
bahkan hilang. Ya, beberapa diantara para ayah dan bunda mungkin ada
yang mengalami hal ini. Tidak cuma mainan, bisa saja alat tulis, aksesoris, atau
“perkakas-perkakas” anak lainnya.
Kalau
sudah begini biasanya para orangtua yang tidak tega mendengar anaknya menangis
atau merengek segera membelikan pengganti barang-barang yang rusak atau hilang
itu. Lalu, bagaimana kelanjutannya? Tidak kita pungkiri, terkadang
barang-barang itu kembali rusak atau hilang. Nah lho...bagaimana ya cara
mengatasinya?
Ayah
dan Bunda, memang benar terkadang sulit bagi kita untuk mengabaikan anak yang
sedang menangis meminta sesuatu kepada kita. Beberapa
diantara kita pun tidak jarang segera mengabulkan permintaan anak semata-mata
karena malu jika orang lain mendengar tangisan anak. Padahal, ”tega” untuk
menolak permintaan anak adalah salah satu poin penting untuk mengajarkannya
tanggung jawab. Lebih baik lagi jika para orangtua membuat kesepakatan dulu
dengan anak sebelum mengabulkan permintaannya. Misalnya, bersepakat bahwa anak
akan merawat barang yang akan dibelikan orangtua. Atau bisa dengan kesepakatan
untuk tidak membelikan yang baru jika anak tidak merawat barang yang dibelikan
dengan baik. Tentu saja, untuk poin yang ini kita perlu mengapresiasi usaha
anak untuk merawat barang yang sudah orangtua berikan tersebut. Jika barang
tersebut hilang bukan karena kesalahan anak, suatu waktu orangtua bisa
membelikannya lagi sebagai reward.
Dengan
upaya-upaya ini anak akan belajar bagaimana bertanggung jawab atas perbuatannya
dan melatih anak untuk menghargai jerih payah orang lain hingga ia dewasa
kelak. Insya Allah.
Selamat
mencoba!
Elsa Ridwan, S.Psi




0 komentar:
Posting Komentar